Senin, 04 Juni 2012

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Syukur Alahmdulilah ya saya bisa ngebahas Honda Astrea Grand di blog saya ini.
alasan saya membahasa merek sepeda motor ini adalah karena kecintaan saya kepada motor bebek 4 tak C-series keluaran Astra Honda Motor ini memiliki keindahan tersindiri dimata saya. mungkin kalau dibandingkan dari aspek teknologi yang sedang marak sekarang Astrea Grand merupakan sepeda motor yang berteknologi jadul. tapi pada saat jaman Astrea Grand baru di luncurkan sepeda motor ini termasuk mengusung teknologi yg lumayan canggih. iklan promonya see bilang "econo power". tapi terbukti untuk mesin 4 tak yang cc nya setara dengan motor ini, ini termasuk motor yang paling hirit.. :)

Astrea Grand memodali mesin C-series 97cc dengan model kelistrikan AC di pasang pada rangka yang jadul. rangkanya masih membawa model kakeknya C70 dengan perubahan dibeberapa bagian. keunggulan dari motor ini menurut versi saya adalah kenyamanan berkendaranya. walau bobotnya ringan posisi pas dan sipengendara tetap pada posisi rilex ketika duduk mengendarai sepeda motor ini. motor ini termasuk jauh dari kata2 sporty. karena memang mungkin diranang seperti itu. motor ini juga motor yg irit, seperti solgannya "econopower" dengan klep in 23mm dan ex 20mm motor ini tetap irit dan bertenaga walau hanya menggunakan  karburator keihin berventuri 16mm sebagai supply bahan bakarnya.

cc 97 atau dibulatkan menjadi 100cc ini dibentuk dari silinder berdiameter 50mm dan panjang langkah 49,5mm. sebagian peminat hi-speed banyak yang memperluas diameter silinder maupun memperpanjang langkah piston dengan mengadopsi part-part dari sepeda motor lain ataupun aftermarket. orang bengkel bilang itu namanya bore-up, atau memperbesar ruang bakar untuk meningkatkan power. tapi karena Astrea Grand ini memiliki jarak tiang penyanggah silinder terlalu dekat dengan silinder para bore-up mania harus sedikit repot kalau ingin memperbesar diameter silinder lebih dari 54mm. kalau saya sih lebih suka standaran tapi badaiiiii..
cara2 lain yang biasa di lakukan pencinta Astrea Grand hi-speed biasanya :
  • mendesain ulang kem (camshaft) *orang medan bilang "as klep", yaitu dengan mengganti kem atau membentuk ulang kem untuk mendapatkan durasi dan lift klep yang di inginkan supaya supply bahan bakar lebih banyak dan mengatur durasi timing masuk, kompresi dan pembuangan yang tepat.
  • memperbesar venturi karbu, bisa dilakukan dengan mengganti atau mereamer venturi karbu untuk mendapatkan lubang venturi yang lebih besar. dimaksudkan supaya supply udara dan bahan bakar lebih banyak nan lancar ke ruang bakar. "more air equals more power".
  • mengganti per klep dengan yang lebih keras, fungsinya untuk menghindari terjadinya floating atau terlambatnya klep menutup. bisa dengan mengganti after market atau yang biasa dipakai adalah per klep smash.
  • meningkatkan kompresi, ini hal yang umum dilakukan para hi-speed biker. dengan meningkatkan kompresi akan menghasilkan ledakan yang lebih besar pada ruang bakar, ledakan besar berarti tenaga yg besar. biasanya dilakukan dengan pemasangan piston lebih jenong atau menimbun piston atau juga dengan memotong bagian head atau silinder supaya piston lebih dekat dengan head silinder. tapi untuk rasio kompresi yang tinggi dibutuhkan oktan bahan bakar yang tinggi pula. supaya tidak terjadi gagal pembakaran atau bahkan mesin kepanasan.
                               
  • porting polish, ini juga sering dilakukan para hi-speed. tapi porting polish untuk  Astrea Grand gran apabila masih menggunakan klep standar saya rasa tidak terlalu penting. karena diameter inlet dan exhaust grand standar sudah cukup besar. tetapi untuk pengguanaan klep yg lebih besar butuh penyesuaian inlet dan buang..
  • penggantian klep berdiameter lebih besar, ini biasa dilakukan oleh para bore-up mania yang memakai diameter piston yang jauh lebih besar dari standar. fungsinya untuk menyesuaikan volume ruang bakar dengan pintu keluar masuknya bahan bakar. penggantian klep besar perlu banyak penyesuaian di bagian head.
  • knalpot adalah hal wajib yg harus di ubah untuk para hi-speed biker. bisa dilakukan dengan mengganti knalpot aftermarket atau dengan membobok knalpot standar. fungsinya supaya sisa gas buang dapat keluar dengan bebas atau ploong.
  • mengganti per kopling, fungsinya untuk mengurangi jeda reduksi power mesin ke gearbox. supaya tidak ada tenaga mesin terbuang. efeknya akan terjadi sentakan ketika perindahan gigi.
  • memasang kopling manual  . tujuannya sama dengan mengganti per kopling, dilakukan dengan mematikan fungsi kopling ganda.
  • untuk kelistrikan atau pengapian. grand sudah cukup baik sebenarnya karena cdi  Astrea Grand standar tidak memakai limter. tp tak sdkit yang merubah sistem pengapian dengan mengganti CDI aftermarket atau mengadopsi cdi motor lain, merubah sistem pengapian AC menjadi DC, mengganti coil, dan lain2.
waah kalau cerita hi-speed terus gak ada abisnya nii..
ooh iya..
untuk modifikasi mesin perlu penyesuaian tertentu. apalagi untuk bagian sistem pembakaran. diaharapkan konsultasi dulu dengan bengkel tempat modifikasi. karena sembarangan modifikasi bisa jadi malfunction dan sia-sia atau malah membuat tenaga mesin menurun.


baiklah sekarang saya mau cerita kendala atau kekurangan Astrea Grand.
Grand masih menggunakan rem depan tromol. mungkin karena pada jamannya Astrea Grand keluar belum musim yang namanya disc brake. atau juga karena harganya pada jaman itu cukup mahal. lagipun masih di jaman Astrea Grand keluar masih jarang bebek menggunakan rem cakram. atau juga karena dasar tujuan sepeda motor ini dibuat gak bole ngebut. hihi..


segini doloo..
besok di sambung lagii..

4 komentar:

  1. itu kira2 abis brp ya semuanya gan..?

    BalasHapus
  2. Blok mesinnya nyampai berapa gan? pengin ganti kopling manual.

    BalasHapus
  3. Blok mesinnya nyampai berapa gan? pengin ganti kopling manual.

    BalasHapus